Jarimu Harimaumu
Jarimu Harimaumu: Sebuah Refleksi tentang Etika, Media Sosial, dan Kehidupan Digital Karya: Makaio Ryu Edmund Artalisyandi Pendahuluan Dalam kebudayaan Nusantara, kita mengenal pepatah lama: "Mulutmu harimaumu." Pepatah ini menekankan bahwa kata-kata yang kita ucapkan bisa menjadi bumerang, melukai diri sendiri, bahkan merusak hidup kita. Namun, di era digital yang serba terhubung dengan internet, pepatah itu telah mengalami transformasi. Kini, bukan lagi sekadar mulut yang menjadi sumber masalah, melainkan jari-jemari yang menari di atas layar ponsel. Maka lahirlah ungkapan baru: "Jarimu harimau mu." Ungkapan ini dipopulerkan dalam karya Makaio Ryu Edmund Artalisyandi sebagai bentuk kritik sosial dan refleksi terhadap bagaimana manusia modern menggunakan teknologi komunikasi. Ia mengingatkan bahwa jari-jemari yang dengan mudah menekan tombol "kirim" di media sosial bisa menghadirkan kebaikan, tetapi juga bisa menimbulkan kerusakan besar. Artikel i...